psikologi ibu hamil

Pentingnya Menjaga Kondisi Psikologi Ibu Hamil

Berbicara mengenai kesehatan mental, psikologi Ibu hamil pun perlu diperhatikan selama masa kehamilan atau dalam jangka waktu 9 bulan. Selain rasa mual atau selalu muntah berkali-kali, kondisi mental Ibu hamil juga sering kali mengganggu dirinya hingga lingkungan di sekitarnya. Layaknya orang yang sedang PMS atau menstruasi, Ibu hamil akan mudah sekali terpancing emosi/marah dan bad mood.

Dalam kondisi ini suami atau orang terdekat harus bisa memaklumi Ibu hamil karena memang tabiatnya bisa berubah karena kondisi psikologis. Jadi bukan hanya nutrisi dari makanan atau perlengkapan bayi yang perlu dipersiapkan, tetapi juga kesehatan mental yang harus dijaga. Usahakan Ibu hamil tidak mengalami stress hingga membuat kondisi tubuhnya juga ikutan lemah dan menjadi kurang sehat.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Psikologi Ibu Hamil

menjaga psikologi ibu hamil

Kenapa perlu menjaga kondisi kesehatan mental atau psikologi pada Ibu hamil? Sepanjang masa kehamilan, ternyata bukan hanya fisik atau tubuhnya saja yang mengalami perubahan. Kondisi mental atau psikologinya juga mengalami perubahan secara drastis, begitu juga suasana hatinya yang sering berubah-ubah atau disebut mood swings.

Mood swings ini sangat berpengaruh pada bagaimana Ibu hamil akan bersikap dan berperilaku dalam kehidupannya sehari-hari. Hal itu termasuk bagaimana tingkah laku dan sikap Ibu hamil pada pasangan atau keluarga dan sahabat dekatnya. Orang-orang di sekitarnya juga harus memahami dan tidak mengambil hati jika si Ibu hamil bersikap sensitif atau tidak seperti biasanya.

Sama seperti perubahan fisiknya, kondisi mental dan psikologi Ibu hamil yang berubah-ubah ini juga dipengaruhi oleh hormon. Perubahan hormon selama masa kehamilan tersebut juga dapat menyebabkan rasa cemas berlebihan dan mudah stress. Kecemasan ini biasanya didasarkan pada pertanyaan tentang bagaimana Ibu hamil akan merawat si bayi setelah melahirkan dan lain sebagainya.

Perubahan sikap yang terjadi pada Ibu hamil ini ternyata juga berubah-ubah sesuai dengan masa kehamilan atau trimester. Berikut ini pernyataan tentang perubahan sikap Ibu hamil tiap trimester menurut psikolog Tara de Thouars, BA, M.Psi, antara lain:

  • Trimester Pertama

Perubahan psikologi Ibu hamil sangat terlihat pada trimester pertama seperti sulit mengontrol emosi, dikarenakan ibu hamil perlu menyesuaikan perubahan dirinya. Itulah mengapa di masa-masa awal kehamilan si Ibu akan lebih sering mengalami morning sickness dengan gejala mual dan muntah. Kondisi ini pun memicu suasana hati Ibu hamil yang menjadi lebih sensitif.

Selain itu, Ibu hamil cemas dengan kondisi bayi di dalam kandungannya apakah sehat dan bisa berkembang dengan baik atau tidak. Untuk mengatasi hal itu, Ibu hamil juga perlu me time atau melakukan aktivitas dan hobi bersama teman/kerabat untuk memanjakan dirinya. Bercerita kepada teman atau kerabat yang lebih berpengalaman dengan masa kehamilan juga sangat membantu menenangkan Ibu hamil.

  • Trimester Kedua

Pada masa ini, psikologi Ibu hamil merasa membutuhkan perhatian lebih dari pasangan atau suami sehingga suami harus berperan lebih aktif. Perubahan sikap tersebut bisa disebabkan karena adanya perubahan fisik sehingga Ia merasa tidak menarik lagi terutama di hadapan suami. Kondisi ini membuat Ibu hamil menjadi kurang percaya diri dan butuh perhatian lebih dari lingkungan, terutama dari suami.

  • Trimester Ketiga

Pada trimester ketiga, Ibu hamil akan mengalami kecemasan dan kekhawatiran pada kelancaran proses persalinan dan keselamatan bayi dan juga dirinya. Ibu hamil juga akan merasa takut sakit saat melahirkan dan kekhawatiran lainnya seputar persiapan melahirkan. Untuk mengatasi hal itu, Ibu hamil perlu memperbanyak informasi dan edukasi dari kerabat maupun internet melalui YouTube atau forum tertentu.

Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Hamil

psikologi ibu hamil

Berbagai macam cara bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan psikologi Ibu hamil agar selalu stabil. Salah satunya yaitu mulai menerapkan gaya hidup sehat dan meninggalkan hal-hal tidak bermanfaat atau yang membuat suasana hati menjadi buruk. Agar tidak mengalami masalah serius seperti depresi yang sangat berbahaya untuk kesehatan Ibu dan janin, sebaiknya lakukan langkah berikut ini:

  • Cukupi Nutrisi dan Hindari Kebiasaan Buruk

Makanlah makanan yang sehat dan bergizi tinggi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Ibu hamil, terutama di trimester pertama pada masa kehamilan. Sebaiknya Ibu menghindari kebiasaan mengkonsumsi rokok, minuman mengandung kafein, alkohol atau soda karena tidak baik untuk kesehatan Ibu dan janin. Kondisi tubuh yang sehat juga berpengaruh pada kesehatan mental Ibu hamil sehingga menjadi lebih stabil.

  • Meditasi dan Menenangkan Diri

Untuk menjaga kesehatan psikologi Ibu hamil, Anda bisa melakukan olahraga atau aktivitas/hobi yang menyenangkan untuk menghibur diri. Suasana hati harus selalu dalam keadaan baik dan senang sehingga psikologi dan mental Ibu hamil tidak mengalami perubahan secara drastis. Selain itu, istirahat atau tidur yang cukup juga membantu menjaga kesehatan fisik tetap bugar dan mental tetap stabil.

Baca juga: Pantangan bagi ibu hamil wajib dihindari

Anda juga bisa membiasakan diri bersikap terbuka dan jujur kepada orang terdekat terutama suami/pasangan agar pikiran lebih tenang dan lega. Kebiasaan tersebut berpengaruh pada hubungan, dengan hubungan yang baik maka suasana hati Ibu hamil juga akan baik.

  • Mencari Dukungan Orang Terdekat

Kondisi psikologi Ibu hamil yang berubah-ubah ini bisa juga diatasi dengan banyak berinteraksi dengan kerabat dekat dan mencari dukungan mereka. Anda bisa menjadikan teman/keluarga sebagai tempat berkeluh kesah agar tidak menyimpan perasaan cemas seorang diri. Mereka bisa membantu menenangkan dan memberikan perhatian atau informasi yang bermanfaat seputar kehamilan.

  • Konsultasi ke Psikolog

Nah, dalam kondisi yang lebih serius Anda harus menghubungi dan melakukan konsultasi dengan dokter atau psikolog. Psikolog akan membantu Anda melewati masa-masa sulit agar mampu mengatasi semua perasaan dan pikiran negatif yang muncul. Berbicara dan konsultasi dengan psikolog juga sangat membantu untuk menentukan sikap atau perilaku apa yang sebaiknya dilakukan.

Hal ini karena setiap Ibu hamil pasti memiliki kekhawatiran mereka masing-masing. Meski kelihatannya secara umum sama, namun wanita biasanya lebih spesifik terhadap perasaannya. Terapi umum yang biasa dilakukan antara lain seperti CBT (Cognitive Behavioral Therapy), psychoanalytic dan psychodynamic, interpersonal, hingga penerimaan dan komitmen/ACT.

Berikut ini kondisi yang perlu diwaspadai dan dijadikan tolak ukur untuk melakukan konsultasi dengan dokter/psikolog, antara lain:

  • Mengalami perubahan psikologi Ibu hamil seperti sedih atau cemas berkepanjangan dan berlarut-larut
  • Mudah terganggu dan sulit konsentrasi saat melakukan suatu aktivitas
  • Kehilangan mood atau minat terhadap hobi atau aktivitas yang biasanya disenangi
  • Waktu tidur yang terlalu banyak atau terlalu sedikit serta tidak seperti biasanya
  • Sering merasa bersalah, malu dan tidak berguna

Nah, itulah beberapa informasi seputar kondisi psikologi dan kesehatan mental Ibu hamil yang perlu diperhatikan. Orang-orang terdekat seperti pasangan/suami dan keluarga atau kerabat dekat perlu memahami Ibu hamil dan lebih memperhatikan serta memberikan dukungan kepadanya. Hal ini karena saat hamil si Ibu akan mengalami perubahan fisik dan juga mental atau psikologi Ibu hamil.

Tinggalkan komentar