Menstruasi tidak normal

Kenali 7 Tanda Menstruasi Tidak Normal yang Harus Diwaspadai

Menstruasi merupakan kondisi yang berhubungan dengan fungsi reproduksi sehingga menstruasi tidak normal juga bisa menandakan terganggunya alat-alat reproduksi. Namun, perlu diingat bahwa kondisi menstruasi setiap wanita berbeda, baik lamanya masa haid, volume darah yang keluar, atau gejala lain yang timbul, seperti nyeri dan keram perut.

Karena itu, kenalilah kebiasaan menstruasi Anda. Selama hal itu berjalan secara konsisten, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sebaliknya, jika terjadi perubahan dari kondisi biasa, Anda perlu waspada. Berikut ini beberapa hal yang menandakan menstruasi Anda tidak normal dan perlu diwaspadai.

7 Gejala yang Menandakan Menstruasi Tidak Normal

Bagi seorang wanita, menstruasi adalah kondisi biologis yang sangat penting untuk diperhatikan. Setiap kondisi yang tidak biasa harus diwaspadai dan segara dicari tahu penyebab serta cara mengatasinya. Berikut ini 7 gejala yang menandakan bahwa menstruasi tidak normal yang perlu Anda ketahui.

  1. Siklus Menstruasi Berubah

Normalnya, siklus menstruasi terjadi setiap 28 hari sekali, tetapi ada wanita yang siklusnya lebih pendek, ada juga yang lebih panjang. Jika selama ini siklus menstruasi Anda kurang dari 28 hari atau lebih dari 28 hari, tak perlu khawatir selama hal itu terjadi secara teratur setiap bulan.

Anda harus waspada jika tiba-tiba siklus menstruasi menjadi lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya. Ada beberapa penyebab terjadinya perubahan siklus menstruasi, yaitu olahraga yang terlalu intens, pil KB, kenaikan berat badan, stres, perimenopause (masa transisi menuju menopause), atau sindrom ovarium polycystic/PCOS (gangguan hormon).

  1. Terjadi Perdarahan Berat (Menoragia)

Seperti halnya siklus menstruasi, volume darah yang keluar selama masa menstruasi juga berbeda untuk setiap wanita. Ada wanita yang ketika haid hanya mengeluarkan sedikit darah, ada juga yang banyak. Ada juga yang darahnya keluar cukup deras pada 2 atau 3 hari pertama, tetapi setelah itu volume darah berkurang.

Akan tetapi, meski biasanya volume darah yang keluar banyak, Anda harus waspada jika sudah berlebihan karena ini merupakan tanda menstruasi tidak normal. Jika Anda harus mengganti pembalut hampir setiap jam, darah keluar deras selama lebih dari 7 hari, dan disertai keram perut, bisa jadi hal tersebut merupakan gejala menoragia.

Perdarahan yang berlebihan ini dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti kehamilan tidak normal, keguguran, penggunaan IUD, fibroid rahim (polip). kanker rahim, gangguan pembekuan darah, dan penyakit radang panggul.

Baca: Apa penyebab telat menstruasi

Gejala menstruasi tidak normal berupa menoragia ini harus diwaspadai karena bisa menyebabkan terjadinya anemia yang jika tidak segera diatasi bisa membahayakan nyawa. Jadi, jika Anda mengalaminya, jangan tunda lagi, segeralah memeriksakan diri ke dokter agar cepat mendapat pengobatan.

Biasanya, kondisi menoragia diatasi dengan mengganti alat kontrasepsi dengan pil KB, obat asam traneksamat yang berfungsi untuk meningkatkan pembekuan darah. Namun, jika kondisi tidak dapat diatasi dengan cara tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan organ panggul menggunakan USG.

  1. Keram Perut yang Berlebihan (Dismenorea)

Keram perut biasanya terjadi 1–2 sebelum sampai 2–4 hari pertama menstruasi akibat kontraksi uterus (rahim) untuk mendorong keluar lapisan uterus yang menebal. Pada kondisi normal, keram hanya terjadi dalam derajat ringan dan tidak mengganggu. Namun, pada kondisi tertentu, keram terjadi sangat intens dan nyerinya terasa hebat.

Nyeri haid dan keram yang sangat intens ini disebut dengan dismenorea. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya dismenorea, yaitu:

  • penggunaan IUD;
  • endometriosis (kondisi jaringan endometrium tumbuh luar rahim);
  • fibroid (pertumbuhan sel tidak normal non-kanker di dalam rahim)
  • adenomyosis (lapisan endometrium yang seharusnya melapisi permukaan tumbuh di dalam dinding otot rahim)
  • penyakit radang panggul (PID)
  • penyakit menular seksual (PMS)

Untuk mengatasi gejala menstruasi tidak normal ini, Anda bisa mengonsumsi obat-obatan dari jenis anti inflamasi untuk mengurangi rasa nyeri. Namun, segeralah memeriksakan diri ke dokter jika nyeri tidak hilang. Anda mungkin akan disarankan untuk melakukan tes pap smear, pemeriksaan panggul, atau laparoskopi.

  1. Menstruasi Berhenti (Amenorea) Sebelum 40 Tahun

Pada umumnya, amenorea yang normal terjadi pada usia 50 tahun atau lebih dan jika haid berhenti selama 12 bulan berturut-turut, itu artinya Anda sudah masuk masa menopause. Akan tetapi, waspadalah jika Anda berusia kurang dari 40 tahun dan haid berhenti tiba-tiba, padahal Anda tidak sedang hamil atau menyusui.

Amenorea bisa terjadi karena sebab yang ringan, seperti konsumsi pil KB, olahraga yang terlalu berat atau intens, obesitas, stres, dan gangguan keseimbangan hormon. Namun, bisa juga disebabkan kondisi kesehatan yang serius, seperti anoreksia nervosa, sindrom ovarium polisistik, ovarium berhenti berfungsi, serta gangguan pada hipotalamus, kelenjar tiroid, rahim, dan keseimbangan hormon.

  1. Pendarahan di Antara Periode Menstruasi

Apa pun penyebabnya, terjadinya pendarahan di antara dua periode menstruasi adalah sebuah kondisi tidak normal yang harus diwaspadai. Selain karena kehamilan, penyebab terjadinya pendarahan tak normal ini di antaranya adalah cedera pada vagina, pil KB, PMS (klamidia atau gonore), PCOS, fibroid, kehamilan ektopik, keguguran, perimenopause, serta kanker serviks, ovarium, atau rahim.

  1. Payudara Terasa Nyeri

Nyeri pada payudara juga merupakan hal yang normal terjadi ketika seorang wanita mengalami menstruasi. Hal ini disebabkan oleh terjadinya fluktuasi kadar hormon. Namun, jika nyeri yang dirasakan lebih dari biasanya dan terasa tepat di ketiak tempat terdapatnya jaringan payudara (tail of Spence), Anda harus waspada. Meskipun belum tentu merupakan gejala kanker, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri.

  1. Muntah atau Diare Parah

Meskipun jarang terjadi, ada beberapa wanita yang mengalami muntah atau diare ketika memasuki masa menstruasi. Selama kondisi tersebut tidak mengganggu, Anda tidak perlu khawatir.

Akan tetapi, jika muntah dan diare yang terjadi sudah pada tingkat yang serius, hal ini merupakan gejala menstruasi tidak normal. Jika dibiarkan, muntah dan diare dapat mengakibatkan dehidrasi. Jika mengalaminya, sebaiknya Anda segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

baca juga: cara agar cepat menstruasi

Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengatasinya?

Seperti telah dijelaskan di atas, gejala menstruasi yang tidak normal bisa disebabkan banyak hal, baik ringan maupun berat. Berdasarkan penyebabnya, tanda-tanda menstruasi tidak normal tersebut dapat diatasi dengan berbagai cara sebagai berikut.

  1. Mengonsumsi obat untuk mengatasi penyakit yang menyebabkan munculnya gejala-gejala tersebut. Berkonsultasilah dengan dokter karena untuk menentukan penyebab yang sebenarnya harus dilakukan pemeriksaan yang tepat.
  2. Mengganti alat kontrasepsi. Jika pemakaian IUD menyebabkan perdarahan, alat kontrasepsi diganti dengan pil KB, begitu juga sebaliknya.
  3. Menjalani tindakan yang diperlukan, seperti pengangkatan fibroid rahim, embolisasi arteri uterus, ablasi endometrium, dan histerektomi (pengangkatan rahim).
  4. Mengubah gaya hidup, misalnya dengan mengurangi frekuensi dan intensitas olahraga, menghindari stres, atau menurunkan berat badan.
  5. Menjalani terapi hormon untuk tanda-tanda menstruasi tidak normal yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormon.

Jika Anda merasakan tanda-tanda menstruasi tidak normal, tidak perlu terlalu panik, tetapi tetap waspada. Memeriksakan diri ke dokter adalah langkah yang paling baik karena penanganan yang cepat dan tepat akan memperkecil risiko yang bisa timbul.

Tinggalkan komentar