Kehamilan Trimester Pertama

Tips Menghadapi Fase Rawan Kehamilan Trimester Pertama

Normalnya seorang wanita akan menjalani masa kehamilan selama kurang lebih 36 minggu atau sekitar 9 bulan. Secara umum masa 9 bulan kehamilan tersebut akan dibagi menjadi 3 periode yaitu 3 bulan atau trimester pertama, kedua dan ketiga. Nah, dari ketiganya tersebut masa kehamilan trimester pertama adalah yang paling rawan dengan masalah dan berbagai risiko berbahaya.

Masa awal kehamilan yaitu 3 bulan pertama seorang calon ibu apalagi yang baru pertama kali mengandung akan mengalami banyak perubahan. Bukan hanya perubahan secara fisik saja tetapi juga secara psikologis. Masa trimester pertama kehamilan juga merupakan periode yang rawan untuk kehamilan karena janin baru mulai berkembang. Kasus keguguran juga sering terjadi pada periode ini.

Karena itulah agar masa rawan pada kehamilan trimester pertama tersebut bisa dilalui dengan baik dan lancar seorang calon ibu tidak boleh panik. Calon ibu yang sedang memasuki masa awal kehamilan harus memiliki cukup pengetahuan agar bisa menghadapi masalah dengan tenang. Perlu diingat bahwa kepanikan akan mempengaruhi mental dan psikis si ibu dan akan berakibat buruk.

Apa dan bagaimana kondisi normal kehamilan pada trimester pertama tersebut? Anda bisa menemukan jawabannya melalui penjelasan berikut ini.

Tanda Normal yang Muncul Pada Trimester Pertama

 

Mual

Jangan panik kalau Anda mengalami rasa mual dan selalu ingin muntah ketika memasuki masa kehamilan awal. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar terjadi pada ibu yang berada di periode 3 bulan pertama kehamilannya. Mual yang dialami oleh ibu hamil pada umumnya terjadi pada masa antara minggu ketiga sampai minggu ke-12.

Meskipun tidak semua wanita hamil mengalaminya tetapi ada 85 persen dari ibu hamil akan melalui tahapan mual tersebut. Bagaimanakah mual yang normal itu? Mual yang masih bisa dikatakan normal adalah jika si calon ibu masih bisa makan dan minum seperti biasa.

Mual pada kehamilan trimester pertama bukan hanya akan terjadi di pagi hari saja tetapi bisa juga di siang atau malam hari. Untuk mengurangi rasa mual sebaiknya Anda makan dalam porsi lebih sedikit namun lebih sering. Selain itu sebaiknya jangan konsumsi jenis makanan yang memiliki bau menusuk serta pilih yang kandungan proteinnya tinggi. Perbanyak minum agar tidak dehidrasi.

Pendarahan

Biasanya calon ibu akan langsung merasa panik ketika mengalami pendarahan pada periode kehamilan trimester pertama. Mereka akan langsung berpikiran bahwa itu adalah gejala atau tanda akan keguguran. Anda tidak perlu merasa khawatir jika terjadi pendarahan dalam jumlah yang hanya sedikit saja. Hal tersebut menunjukkan bahwa calon janin atau embrio berproses menempel pada dinding rahim.

Pendarahan tersebut kemungkinan besar juga akan disertai dengan rasa kram pada perut dan bisa terjadi beberapa kali. Jangan khawatir berlebihan. Namun jika darah yang keluar berwarna merah muda keputihan dan darah menggumpal segera periksakan. Tanda ketidaknormalan yang harus diwaspadai juga adalah ketika kontraksi dan kram yang terjadi sudah terlalu sering dan tidak normal.

Kram

Rasa kram pada perut yang dialami oleh wanita pada masa kehamilan trimester pertama sebenarnya mirip dengan PMS. Anda pastinya pernah merasakan kram perut yang menyerang saat menstuasi atau sebelumnya. Nah, kram perut pada awal kehamilan memang tidak jauh berbeda dengan saat kita sedang haid.

Namun jika terjadi hal yang tidak normal pada kram tersebut yaitu kontraksi setiap 5-20 menit sekali Anda harus berhati-hati. Gejala tersebut bisa mengindikasikan adanya sesuatu yang tidak normal pada kehamilan Anda. Jika Anda mengalami hal tersebut sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dengan datang ke dokter kandungan.

Keputihan

Keputihan yang dialami wanita pada saat-saat tertentu merupakan sesuatu yang wajar termasuk ketika sedang hamil. Keputihan sebenarnya sistem tubuh yang berfungsi untuk menjaga reproduksi bebas dari infeksi. Sedangkan keputihan yang terjadi pada masa kehamilan berfungsi untuk menjaga jalan lahir bayi dari infeksi. Jadi Anda memang tidak perlu terlalu khawatir dengan keputihan yang terjadi.

Hanya saja jika keputihan yang terjadi pada masa kehamilan trimester pertama jumlahnya banyak dan warnanya bening, segera datangi dokter. Keputihan yang normal adalah berwarna putih kental seperti susu. Sedangkan jika warnanya bening, hijau atau kekuningan dan disertai dengan bau tidak sedap ini pertanda tidak normal. Terlebih jika keputihan tersebut menyebabkan rasa gatal dan nyeri.

Jika kondisi keputihan seperti yang disebutkan di atas terjadi pada Anda segera datangi dokter untuk diperiksa. Bisa jadi itu merupakan pertanda adanya komplikasi pada kehamilan Anda. Keputihan yang tidak normal juga bisa menandakan adanya suatu infeksi yang terjadi pada kehamilan.

Lalu apa yang sebaiknya Anda lakukan agar kehamilan trimester pertama bisa dilalui dengan baik, aman dan lancar? Selain rajin memeriksakan diri ke dokter, sebaiknya Anda juga melakukan beberapa hal berikut ini.

Tips Menghadapi Kehamilan Pada Trimester Pertama

Kehamilan Trimester Pertama

Ubah Pola Makan

Kalau selama ini Anda cenderung makan dengan porsi banyak saat memasuki periode kehamilan trimester pertama sebaiknya ubah kebiasaan tersebut. Gantilah dengan cara makan dalam porsi lebih sedikit namun lebih sering frekuensinya. Makan dengan porsi yang besar akan menyebabkan Anda mengalami rasa mual dan kemudian muntah.

Pilih Jenis Makanan yang Tepat

Ibu yang sedang mengandung apalagi di masa awal atau trimester pertama membutuhkan banyak nutrisi sehingga pemilihan makanan menjadi hal yang penting. Jangan asal makan saja tetapi pilihlah makanan yang tepat agar nutrisi tercukupi dan bisa menjaga kehamilan.

Makanan yang tepat pada masa 3 bulan pertama kehamilan antara lain sayuran dan buah-buahan. Selain itu pilih makanan yang mengandung banyak protein serta karbohidrat agar Anda tetap sehat pada tahapan kehamilan trimester pertama tersebut.

Cukupi Kebutuhan Vitamin B6

Selain makanan yang disebutkan di atas, pada masa awal kehamilan seorang calon ibu membutuhkan lebih banyak vitamin B6. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut Anda bisa mengkonsumsi makanan sumber vitamin B6 seperti sereal, pisang atau alpukat. Kecukupan vitamin B6 akan membantu mengurangi rasa mual yang sering muncul pada periode awal kehamilan.

Bukan hanya itu saja, vitamin B6 juga memiliki banyak fungsi penting lainnya untuk calon ibu dan janin yang dikandungnya. Beberapa manfaat vitamin B6 bagi janin dan ibu adalah :

  • Membantu pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf pusat serta otak pada janin atau bayi.
  • Membantu menjaga kadar gula darah ibu tetap pada kondisi yang normal sehingga bisa mencegah terjadinya komplikasi diabetes selama kehamilan.
  • Mencegah terjadinya masalah pada bayi ketika dilahirkan seperti berat badan kurang dan juga eksim.

Kebutuhan akan vitamin B6 harus dipenuhi sejak calon ibu memasuki periode kehamilan trimester pertama hingga saatnya melahirkan. Jika kebutuhan nutrisinya terpenuhi sejak awal maka akan memperkecil risiko berbahaya yang bisa terjadi pada kehamilan. Lakukan hal tersebut sejak awal karena masa paling rawan ada pada periode 3 bulan pertama kehamilan.

Tinggalkan komentar