kehamilan ektopik

Serba Serbi Tentang Kehamilan Ektopik yang Perlu Diketahui

Anda mungkin pernah mendengar atau malah mengalami kehamilan di luar kandungan atau hamil anggur. Dalam bahasa medis disebut dengan istilah kehamilan ektopik yang bisa menyebabkan pendarahan pada ibu hamil. Sebenarnya kondisi tersebut termasuk dalam komplikasi kehamilan ketika sel telur dibuahi malah menempel di tuba falopi bukan di rahim.

Bahkan dalam kasus yang termasuk langka kehamilan di luar kandungan tersebut bisa sangat berbahaya karena bisa menempel dimana saja. Sel telur yang dibuahi bisa menempel pada servik, rongga perut atau ovarium. Jika hal seperti itu terjadi maka bisa saja membahayakan bagi nyawa si ibu hamil tersebut. Kondisi kehamilan di luar kandungan biasanya terjadi pada periode awal.

Apa yang akan dirasakan oleh seorang ibu hamil jika dia mengalami kehamilan ektopik tersebut? Gejala awal yang bisa menjadi petunjuk dan tanda adanya kondisi tersebut bisa dikenali dari rasa nyeri yang sangat hebat pada perut bagian bawah. Rasa nyeri hebat juga bisa terjadi di daerah panggul si ibu.

Agar Anda bisa lebih mewaspadai adanya potensi kehamilan di luar kandungan yang berbahaya silahkan simak fakta seputar kondisi tersebut berikut ini.

Fakta Seputar Kehamilan Ektopik

Penyebab Hamil di Luar Kandungan atau Ektopik

Ada beberapa hal atau faktor yang bisa menyebabkan seorang wanita mengalami hamil ektopik tersebut. Meskipun hingga sekarang belum bisa ditentukan secara pasti penyebab kondisi hamil di luar kandungan namun kemungkinan besar karena tuba falopi. Rusaknya tuba falopi diyakini sebagai faktor terbesar penyebab terjadinya kehamilan di luar rahim.

Adanya kerusakan pada tuba falopi atau saluran untuk sel telur dari ovarium ke rahim bisa disebabkan oleh beberapa hal, yaitu :

  • Faktor genetik atau keturunan.
  • Adanya ketidakseimbangan pada hormon ibu hamil tersebut.
  • Terjadinya peradangan pada tuba falopi karena infeksi atau akibat tindakan medis tertentu.
  • Perkembangan pada organ reproduksi yang berjalan tidak normal.

Golongan yang Rawan Hamil Ektopik

Terjadinya kondisi kehamilan ektopik memang bisa terjadi pada siapa saja wanita yang mengalami pembuahan sel telur oleh sperma. Namun begitu ada kondisi tertentu dimana risiko hamil di luar rahim menjadi lebih tinggi. Beberapa golongan orang yang dimaksud antara lain yaitu :

  • Hamil pada usia di atas 35 tahun.
  • Memiliki riwayat penyakit endometriosis atau radang panggul.
  • Memiliki riwayat atau menderita penyakit seksual menular misalnya gonoroe.
  • Pernah mengalami hamil di luar kandungan pada kehamilan sebelumnya.
  • Mengalami beberapa kali keguguran atau berulang.
  • Pernah mengalami tindakan pembedahan atau operasi pada panggul atau area perut.
  • Pernah melakukan pengobatan terkait dengan penyakit pada organ reproduksi dan kesuburan.
  • Memakai alat kontrasepsi IUD atau spiral.
  • Memiliki kebiasaan merokok.

Persentase atau Kemungkinan Terjadinya Hamil Ektopik

kehamilan ektopik
kehamilan ektopik

Seberapa besar kemungkinan atau potensi terjadinya kehamilan ektopik pada seorang wanita? Menurut data yang ada dikatakan bahwa kasus kehamilan di luar rahim atau ektopik sebenarnya bisa dikatakan sangat umum. Pada setiap 100 orang wanita hamil akan terdapat sekitar 2 di antaranya yang mengalami kondisi kehamilan di luar kandungan.

Faktor risiko serta persentase terjadinya kehamilan di luar rahim tersebut bisa dikurangi dengan menekan faktor risikonya. Anda bisa melakukan konsultasi langsung kepada dokter kandungan jika merasa masuk ke dalam golongan orang yang berisiko tinggi.

Untuk bisa mengurangi atau menekan faktor risiko pada terjadinya kehamilan ektopik, sebaiknya Anda mengetahui apa saja gejalanya. Dengan mengetahui apa yang menjadi gejala atau tanda adanya kehamilan di luar rahim maka akan lebih cepat ditangani. Penanganan yang lebih cepat tentunya akan mengecilkan risiko berbahaya pada calon ibu dan janin.

Inilah gejala yang menunjukkan adanya kemungkinan kehamilan di luar rahim atau ektopik.

Gejala Kehamilan Luar Rahim atau Ektopik

Terjadinya Pendarahan Pada Organ Genital

Tanda pertama yang bisa digunakan untuk mengenali adanya ketidaknormalan pada kehamilan termasuk kemungkinan hamil ektopik adalah pendarahan pada organ genital. Jika Anda merasa telah terjadi pendarahan yang tidak normal pada miss V maka perlu diwaspadai. Pada umumnya seseorang tidak menyadari bahwa keluarnya darah tersebut merupakan gejala hamil ektopik.

Mereka biasanya tidak sadar kalau sedang mengandung dan menganggap pendarahan tersebut sebagai peristiwa menstruasi biasa. Perhatikan dengan seksama dan teliti darah yang keluar dari miss V. Jika pendarahan lebih sering muncul kemudian berhenti, berwarna coklat kegelapan dan berair bisa jadi itu gejala dari kehamilan ektopik.

Nyeri di Bagian Perut

Nyeri pada bagian perut atau kram juga hal biasa dan wajar terjadi pada wanita hamil atau saat menstruasi. Namun bisa saja nyeri di perut tersebut merupakan pertanda bahwa Anda sedang mengalami kehamilan di luar rahim. Kenali nyeri pada bagian perut yang menyerang Anda tersebut. Jika rasa nyeri hanya terjadi pada satu sisi saja serta datang dan pergi tiba-tiba maka Anda perlu memeriksakan diri.

Gejala nyeri pada bagian perut seperti yang digambarkan di atas kemungkinan besar memang Anda mengalami hamil di luar kandungan. Mewaspadai gejala akan membuat dokter bisa melakukan antisipasi sejak dini pada kehamilan Anda.

Nyeri Pada Bagian Ujung Bahu

Selain rasa nyeri pada perut di satu sisi yang harus diwaspadai juga sebagai tanda dari kehamilan ektopik yaitu nyeri di ujung bahu. Rasa nyeri yang datang pada bagian ujung bahu Anda ketika mengalami hamil ektopik terasa tidak wajar dan sangat sakit. Terjadinya rasa sakit pada bagian ujung bahu tersebut disebabkan karena adanya pendarahan internal.

Sakit Ketika Buang Air Kecil

Gejala lainnya yang bisa digunakan untuk mengenali tanda adanya kehamilan di luar rahim atau hamil ektopik adalah rasa sakit ketika Anda buang air kecil. Rasa sakit ketika buang air kecil memang bisa terjadi karena adanya perubahan hormon di kandung kemih saat kehamilan. Rasa sakit tersebut bisa juga timbul karena adanya infeksi pada saluran kemih.

Wanita yang sedang hamil memang rawan terkena infeksi di bagian saluran kemihnya. Selain rasa sakit saat buang air kecil, tanda lainnya bisa disertai dengan diare karena pergerakan usus di masa kehamilan. Pada kehamilan di luar rahim gejala sakit ketika buang air kecil akan terasa lebih parah.

Lalu apa tindakan yang dilakukan dokter untuk mengatasi kasus hamil ektopik tersebut?

Pengobatan Pada Hamil Ektopik

Pemberian Obat Methotrexate

Dokter akan memberikan obar methotrexate pada ibu yang mengalami kehamilan ektopik untuk memperkecil risikonya. Obat ini biasanya diberikan dengan cara injeksi atau suntik kemudian akan dilanjutkan tes HCG untuk memantau kerja obat tersebut. Pemberian obat methotrexate dilakukan jika si ibu belum mengalami pendarahan atau masih pada tahap awal hamil ektopik.

Tindakan Laparoskopi

Selanjutnya dokter bisa saja melakukan tindakan laparoskopi untuk menangani kasus hamil ektopik. Tindakan laparoskopi ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat kondisi pada bagian tuba falopi.

Bagaimana kondisi tuba falopi akan menjadi pertimbangan apakah tuba akan diperbaiki atau diangkat melalui operasi. Dokter akan melihat kondisi kehamilan ektopik tersebut untuk melakukan tindakan yang tepat.

Tinggalkan komentar