Darah Menstruasi

Mengetahui Kesehatan Tubuh dari 7 Kondisi Darah Menstruasi

Tubuh manusia memiliki alarm alami yang akan memberikan sinyal ketika terjadi gangguan pada tubuh, salah satunya melalui darah menstruasi. Mengapa bisa demikian? Pada keadaan normal, darah yang keluar selama masa menstruasi memiliki ciri-ciri yang khas. Jadi, jika terjadi perubahan, hal itu menandakan adanya gangguan.

Darah yang keluar pada saat wanita mengalami menstruasi berasal dari sel telur yang tidak dibuahi dan dinding rahim yang meluruh. Proses inilah yang memengaruhi warna darah haid yang keluar.

Namun, ada kondisi darah haid yang tidak biasa dan bisa menjadi indikator kondisi kesehatan tubuh. Apa saja kondisi kesehatan yang bisa dideteksi dari kondisi darah menstruasi? Simak uraian di bawah ini.

Ciri-Ciri Darah Haid yang Normal

Untuk bisa membedakannya dengan yang mengindikasikan penyakit tertentu, Anda perlu tahu lebih dahulu ciri-ciri darah haid yang normal. Secara umum, pada menstruasi yang normal, darah yang dikeluarkan memiliki ciri sebagai berikut.

  • Volume darah yang dikeluarkan sekitar 40 cc per hari (sekitar 3 sendok makan) dan maksimal 80 cc per hari.
  • Pada awal dan akhir menstruasi, darah berwarna merah atau cokelat tua karena membutuhkan waktu lama untuk keluar dari rahim.
  • Pada hari kedua dan ketiga, darah berwarna merah segar yang berasal dari sel telur yang meluruh dan segera dikeluarkan sehingga warnanya belum sempat berubah menjadi gelap.

Agar warna darah haid tetap normal, hindari mengonsumsi makanan yang dapat memicu terjadinya perubahan hormon. Sebaliknya, tingkatkan konsumsi bahan makanan, sayuran, dan buah yang banyak mengandung zat besi dan kalsium karena bersifat menenangkan rahim.

7 Kondisi Darah Menstruasi dan Artinya bagi Kesehatan Tubuh

Darah Menstruasi
Darah Menstruasi

Kebanyakan wanita tahu bahwa lamanya masa menstruasi normal adalah 3–4 hari dan maksimal 7 hari. Namun, pernahkah Anda memperhatikan warna, kekentalan, dan ciri lain dari darah yang keluar selama menstruasi?

Ternyata memperhatikan kondisi darah haid ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh. Berikut ini 7 kondisi darah menstruasi yang mungkin Anda temui dan hubungannya dengan kondisi kesehatan tubuh.

  1. Darah Berwarna Merah Muda

Darah haid yang cenderung berwarna merah muda menandakan kadar hormon estrogen yang rendah. Penelitian menunjukkan bahwa kadar estrogen yang rendah memiliki hubungan dengan osteoporosis.

Kemungkinan lain yang bisa diindikasikan dari darah haid yang berwarna merah muda adalah anemia. Kandungan hemoglobin atau sel darah merah yang rendah inilah yang membuat warna darah menjadi merah muda.

Namun, warna darah haid yang merah muda juga bisa menjadi pertanda awal kehamilan. Pada wanita yang baru melahirkan, darah berwarna merah muda merupakan lokia atau darah nifas.

Darah menstruasi yang berwarna merah muda dapat dikembalikan ke warna normal jika Anda memperbanyak makan makanan yang mengandung protein, seperti yoghurt dan kacang almond. Imbangi juga dengan olahraga yang sesuai dalam porsi yang tepat, tidak terlalu berat, tetapi juga jangan sampai kurang bergerak.

  1. Darah Encer dan Tidak Berwarna

Haid yang berair dengan darah tak berwarna atau berwarna pink yang sangat pucat bisa mengindikasikan dua kondisi kesehatan tubuh. Yang pertama adalah tubuh kekurangan nutrisi dan ini bisa diatasi dengan mudah, yaitu dengan memperbaiki asupan zat gizi ke dalam tubuh. Mengubah pola makan dan mengonsumsi suplemen akan bisa membuat darah haid kembali normal.

Kondisi kesehatan kedua yang ditunjukkan oleh darah haid yang sangat encer dan tanpa warna adalah adanya kanker ovarium. Kondisi ini tentunya sangat serius sehingga Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter, terutama jika kondisi ini terjadi lebih dari 1 hari dalam 1 periode menstruasi.

  1. Darah Berwarna Merah atau Cokelat Tua

Seperti telah disinggung di atas, warna merah atau cokelat tua pada darah menstruasi menandakan darah tersebut merupakan darah tua yang sudah berada dalam uterus cukup lama. Karena merupakan ciri darah haid yang normal, kondisi darah seperti ini juga menandakan bahwa organ reproduksi Anda dalam keadaan baik dan tidak ada gangguan yang serius.

Meskipun warnanya normal, Anda harus berhati-hati jika darah yang keluar disertai gumpalan yang cukup besar disertai rasa sakit pada perut bagian bawah yang tidak kunjung hilang. Bisa jadi Anda mengalami menoragia (perdarahan berlebihan) yang disebabkan gangguan hormon, keguguran, atau adanya tumor atau kanker rahim.

  1. Darah Berwarna Hitam atau Merah Tua dan Kental

Darah menstruasi yang berwarna merah tua memang merupakan ciri darah haid yang normal. Akan tetapi, jika darah berwarna merah tua dan sangat kental hingga menyerupai selai, hal itu menunjukkan tubuh sedang mengalami gangguan hormonal.

Berkebalikan dengan darah haid yang berwarna merah muda, darah berwarna merah tua dan kental menunjukkan tingginya kadar hormon estrogen dan rendahnya kadar hormon progesteron. Jika tidak berlangsung lama, Anda tidak perlu khawatir karena ketidakseimbangan hormon selama masa menstruasi merupakan hal yang wajar.

Anda patut waspada jika darah menstruasi berwarna sangat gelap, bahkan mendekati hitam. Biasanya, kondisi ini merupakan pertanda keguguran atau penyakit radang panggul.

Jika darah hitam keluar di antara dua siklus menstruasi atau setelah berhubungan seksual, bisa jadi hal itu merupakan indikator penyakit kanker, apalagi jika diikuti berat badan turun drastis, kelelahan, sulit buang air besar atau kecil, dan nyeri panggul. Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami ini.

  1. Darah Berwarna Abu-Abu Kemerahan

Jika saat menstruasi darah yang keluar berwarna abu-abu kemerahan, tubuh Anda kemungkinan sedang mengalami salah satu dari tiga kondisi, yaitu kehamilan, tanda awal keguguran, atau terdapat infeksi penyakit menular seksual.

Selain PMS, darah berwarna abu-abu juga bisa merupakan indikasi adanya infeksi rahim. Biasaya, pada kondisi ini, Anda juga akan merasakan gejala lain, seperti demam, nyeri, dan gatal di sekitar area kewanitaan.

  1. Darah Berwarna Merah Cranberry`

Selain berwarna merah tua, darah menstruasi yang berwarna merah cranberry juga menunjukkan kondisi menstruasi yang sangat baik. Warna inilah yang merupakan warna darah haid yang paling normal. Jadi, jika menemukan warna haid seperti ini dan bentuknya licin seperti agar-agar, Anda tidak perlu khawatir.

Periode menstruasi yang normal adalah antara 3–4 hari dan maksimal 7 hari. Jadi, jika warna darah yang merah cranberry tidak berubah sampai 8 hari atau lebih, Anda sebaiknya menemui dokter untuk memeriksakan diri.

  1. Darah Berwarna Merah-Oranye

Anda perlu waspada jika saat menstruasi, darah yang keluar berwarna campuran antara merah dan oranye. Ciri darah yang seperti ini menunjukkan adanya infeksi pada rahim, gonorea, atau gejala fibroid. Terlebih lagi jika disertai bau tak sedap dan Anda merasakan nyeri yang hebat selama menstruasi. Segera konsultasikan kondisi ini dengan dokter.

Anda tentu menginginkan menstruasinya berjalan normal, baik siklus, lamanya haid, maupun warna dan kekentalan darah. Untuk menjaga agar warna darah menstruasi tetap normal, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, misalnya menjaga pola makan, berolahraga secara teratur, dan banyak minum air putih.

Tinggalkan komentar