Cara Mencegah Kehamilan

Cara Mencegah Kehamilan Secara Alami dan Jenis Kontrasepsi

Tidak semua pasangan yang setelah menikah langsung ingin mempunyai buah hati atau anak. Setiap pasangan tentunya memiliki alasannya masing-masing yang berbeda-beda. Seperti sedang mengutamakan karier, menjalani pendidikan, dan lain sebagainya. Sehingga cara mencegah kehamilan sering kali digunakan.

Cara mencegah kehamilan secara alami

Pasangan yang ingin menunda untuk mempunyai anak dapat mencegah kehamilan dengan cara alami atau menggunakan alat kontrasepsi. Terdapat beragam cara alami yang bisa dilakukan, namun hasilnya tentu akan lebih efektif daripada menggunakan alat kontrasepsi.

Berikut ini adalah beberapa cara mencegah kehamilan secara alami antara lain:

  1. Menghindari masa ovulasi

Seorang perempuan dapat mengalami kehamilan pada masa ovulasi. Sehingga untuk mencegah kehamilan, pasangan dapat melakukan hubungan seksual di luar masa ovulasi perempuan. Masa ovulasi umumnya berlangsung selama tujuh hari pada hari ke delapan hingga dua puluh pada siklus haid.

  1. Ejakulasi di luar rahim

Cara mencegah kehamilan selanjutnya adalah dengan melakukan ejakulasi di luar rahim menghindari ejakulasi di dalam rahim. Dengan ejakulasi di luar rahim artinya mencegah sperma dapat bertemu dengan sel telur. Namun sayangnya cara ini tidak terlalu efektif sebab sperma bisa saja masih ke dalam rahim wanita.

  1. Mengonsumsi akar jahe

Jahe bermanfaat untuk mempercepat menstruasi pada wanita sehingga dapat menunda terjadinya kehamilan. Sebaiknya mengonsumsi teh jahe selama lima hari untuk bisa segera haid. Minuman ini dapat dikonsumsi secara aman setelah melakukan hubungan seksual.

  1. Mengonsumsi ramuan peterseli

Seperti jahe, peterseli juga dapat mempercepat proses menstruasi pada wanita. Selain itu peterseli juga aman dan tidak mempunyai efek samping. Ramuan peterseli ini dapat dilakukan dengan mudah di rumah dengan cara merebus beberapa helai daun peterseli menggunakan teh.

  1. Vitamin C

Perempuan yang sedang hamil tidak dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin C karena dapat mengakibatkan keguguran. Maka jika dikonsumsi dengan tujuan mencegah kehamilan merupakan pilihan yang tepat. Vitamin C dapat meningkatkan hormon estrogen dan menurunkan hormon progesteron. Vitamin C sebagai cara mencegah kehamilan dapat dikonsumsi setelah berhubungan intim dengan kadar 1.500 mg per hari.

  1. Mengonsumsi kayu manis

Kayu manis adalah bumbu yang bisa didapatkan di dapur sebagai pelengkap bumbu masakan. Kayu manis juga dapat bermanfaat untuk menstimulasi uterus untuk menjadi haid. Namun efek tersebut akan dirasakan jika mengonsumsi kayu manis dengan dosis tinggi saja. Cara mengonsumsinya dapat dengan cara menumbuk batang kayu manis hingga halus menggunakan air hangat dan diminum saat sedang haid setiap hari.

  1. Mengonsumsi minuman benih wortel liar

Benih wortel liar adalah obat herbal yang telah digunakan sejak zaman dahulu. Obat herbal ini memiliki khasiat dapat menghentikan proses pembuahan sel telur dan melancarkan haid. Cara mengonsumsinya dapat dilakukan secara langsung atau menumbuknya hingga halus dengan air.

Secara alami cara mencegah kehamilan dapat dilakukan dengan memerhatikan sistem kalender haid. Catatan tersebut akan menunjukkan masa subur wanita. cara penundaan secara alami bisa saja menjadi efektif jika dilakukan dengan teliti dan cermat. Namun tidak semua wanita dapat melakukannya, karena setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda. Cara mencegah kehamilan secara alami lebih direkomendasikan untuk wanita yang mempunyai siklus menstruasi yang teratur dan lancar.

Cara mencegah kehamilan menggunakan alat kontrasepsi

Cara Mencegah Kehamilan
Cara Mencegah Kehamilan

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa cara mencegah kehamilan biasa saja berjalan tidak efektif. Maka menggunakan alat kontrasepsi dapat dijadikan pertimbangan. Berikut ini beberapa alat kontrasepsi antara lain:

  1. Kondom

Kondom adalah alat kontrasepsi untuk pria yang mudah didapatkan. pria yang menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual dapat memperkecil terjadinya kehamilan pada wanita. selain itu kondom juga bermanfaat mencegah terjadinya penularan infeksi menular. Namun terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan kondom. Kondom harus dipastikan tidak lebih dari masa kadaluwarsa yang telah ditentukan, tidak sobek, dan tidak bocor.

  1. Pil KB

Cara menunda kehamilan menggunakan alat kontrasepsi selanjutnya adalah menggunakan pil KB. Apabila pil KB dikonsumsi dengan benar secara rutin menurut panduan dokter, pil KB dapat mencegah kehamilan dengan tingkat mencapai 90%. Akan tetapi pengonsumsian pil KB memiliki efek samping seperti nyeri payudara, mual, dan gairah seksual yang menjadi menurun.

  1. Suntik KB

Selain mengonsumsi pil KB, dapat juga melakukan suntik KB. Suntikan KB mengandung hormon estrogen dan progestin untuk mencegah dan menunda terjadinya kehamilan dalam jangka waktu yang bisa ditentukan. Suntik KB memiliki efektivitas hingga 90% untuk mencegah kehamilan. Adapun efek samping yang ditimbulkan akibat suntik KB seperti sakit kepala, naiknya berat badan, munculnya jerawat, dan juga kerontokan rambut.

  1. Implant

Alat kontrasepsi selanjutnya adalah KB implan. Biasanya alat kontrasepsi yang satu ini disebut juga dengan susuk KB dengan bentuk menyerupai batang korek api.  Implan diletakkan di kulit lengan atas dan harus dilakukan oleh petugas medis karena dilakukan dengan sayatan kecil pada kulit. KB implan memiliki kandungan hormon progestin yang akan dilepaskan dengan perlahan dan mencegah terjadinya kehamilan hingga tiga tahun. KB implan memiliki efektivitas hingga 99% untuk menunda kehamilan. Efek samping dari penggunaan KB implan adalah terhentinya menstruasi dan kenaikan berat badan.

  1. IUD

KB IUD atau lebih umum disebut dengan KB spiral adalah jenis alat kontrasepsi yang diletakkan dalam rahim untuk mencegah terjadinya kehamilan. Apabila KB spiral dipasang dengan benar dapat memiliki efektivitas hingga 99%. IUD pada rahim akan menghalangi dan juga menghentikan proses perjalanan sperma untuk membuahi sel telur. Selain itu alat kontrasepsi IUD juga dapat digunakan oleh ibu menyusui. KB IUD dapat bertahan mulai dari lima hingga sepuluh tahun tergantung jenis yang dipakai.

  1. Kontrasepsi darurat

Kontrasepsi darurat artinya hanya digunakan pada saat melakukan hubungan intim seksual. Kontrasepsi darurat juga dapat menjadi pilihan yang tepat sebagai cara menunda kehamilan. Kontrasepsi darurat memiliki kandungan levonorgestrel yang mirip dengan progesteron. Kontrasepsi darurat harus dikonsumsi secepat mungkin setelah melakukan hubungan intim. Kontrasepsi darurat ini akan bermanfaat dengan efektif selama 72 jam setelah melakukan hubungan intim. Akan tetapi penggunaannya harus dikonsultasikan dengan petugas medis atau dokter. Selain itu kontrasepsi darurat juga hanya dapat dibeli dengan menggunakan resep dokter. Sesuai namanya kontrasepsi ini hanya boleh dikonsumsi dalam kondisi darurat saja dan tidak boleh secara rutin.

  1. Sterilisasi

Sterilisasi hanya diperuntukkan bagi pasangan suami istri yang memang sudah tidak ingin lagi menambah buah hati. sterilisasi sendiri merupakan cara mencegah kehamilan bersifat permanen.

Terdapat banyak cara mencegah kehamilan secara alami atau menggunakan alat kontrasepsi seperti yang telah dijelaskan di atas. Maka sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu degan dokter untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan risiko yang bisa saja terjadi.

Tinggalkan komentar